Membuat Sebuah Artikel Menarik

cara membuat artikel

Ketika ada going, maka judul dari subjudul dengan judul sub dri subjudul ada pembedaan. Malahan, si penulis di PanduanIm sendiri menerapkan meta deskripsi dengan menempatkan keyword ‘membuat artikel’ sebagai artikel primer.

Keren mas artikelnya…sangat bermakna dan gampang dipahami tetapi penuh tantangan untuk mengaplikasikannya…. Ini sebenarnya sudah bukan menjadi persoalan SEO pula. Ketika mengharuskan ada subjudul dan sub dari subjudul, maka peran heading sungguh-sungguh penting.

Seandainya topiknya besar, jangan tuk artikel yang pendek. Seandainya kita cuma memberikan kejelasan yang tidak berbobot, jadi artikel anda tidak berguna. Artikel panduan yang benar isinya dapat digunakan menjadi pedoman pegangan ketika pembaca akan melakukan sesuatu yg berhubungan dengan artikel ini. Oleh karena itu, sayangnya, di Indonesia masih melimpah artikel-artikel yang tidak berbobot. Artikel yang berbobot sebatas bisa dibuat oleh penyusun yang paham betul tentang topiknya. Untuk membuat df berbobot yang bisa menggembirakan pembaca anda harus proses riset.

Karena itulah semestinya satu paragraf untuk df website maksimal 3-4 baris, dengan panjang horizontal bukan kurang lebih 20 kata. Makin lama mereka menghabiskan sewaktu di website anda, jadi akan tercipta “ikatan” yg kuat antara anda oleh pembaca. Contohnya, kalau pembaca anda mayoritas anak anak remaja, anda gunakan bahasa yg lebih santai. Misalnya df tentang “keuangan” mungkin pembacanya usia 25 ke arah, ya kan? Itulah df yang akan bisa menjadi viral, dibaca banyak jamaah, dan mendapatkan peringkat banyak di mesin pencari. Seandainya anda baca di website lain, katanya supaya web site kita banyak yang lihat, maka artikelnya harus dioptimasi untuk mesin pencari atau SEO.

Justru ini yang membedakan artikel ofline dengan df online. Artikel online pencariannya lewat Google, jadi diharuskan menekankan hal ini.

Untuk artikel berbicara Indonesia kita belum memiliki software yang mampu memeriksa kesalahan tata bahasa. Daripada seperti itu, lebih benar manfaatkan keyword LSI tuk memberitahu mesin pencari yakni artikel kita relevan oleh yang diinginkan user.

Saya baru hendak terjun ke dalam lingkungan tulis-menulis artikel. Riset tersebut benar-benar membantu untuk membikin tulisan kita jadi bertambah berbobot. Memang dibutuhkan latihan yang terus menerus serta riset yang mendalam tuk bisa menghasilkan suatu artikel yang “easy to read” kaya artikel-artikelnya Mas Darmawan.

cara membuat artikel

Sebatas saja, kata kunci bukan harus pesis mirip oleh judul, misal judulnya “9 Tahap Menulis Artikel yg Baik untuk Website” jadi kata kuncinya bisa menarget ‘membuat artikel’. Artikel terkait sangat membuka wawasan ya untuk menulis di blog site saya dengan lebih benar. Jika memang berhubungan oleh gambarnya, gunakan keyword LSI dalam alt. Gambar di dalam artikel untuk menerangkan konsep yang susah dijelaskan sebatas dengan tulisan. Tapi optimasi on-page SEO ini anda lakukan SETELAH artikel sudah ditulis.